1.
PERBEDAAN TEKNOLIGI INFORMASI DENGAN
SISTEM INFORMASI
Seringkali
kita bingung untuk membedakan antara sistem informasi dengan teknologi
informasi. Agar lebih mengerti, kita pelajari dahulu pengertian dari
sistem informasi dengan teknologi informasi ini.
Pengertian
Sistem Informasi (SI) adalah
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat
luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi
antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan
informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software
& hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi
(Martin, 1999). Semua bidang membutuhkan teknologi informasi, baik hukum,
ekonomi, perbankan, kesehatan, dll.
Kemudian, perbedaan antara Teknologi Informasi dengan Sistem Informasi yaitu
Sistem informasi mencangkup seluruh sistem didalam perusahaan secara
keseluruhan termasuk teknologi informasi,akuntansi, manajemen, dll di dalamnya,
sedangkan teknologi informasi ada untuk membantu/menunjang kegiatan sistem
informasi, diantaranya pembuatan hardware, software, network, database, dll.
2.
MANFAAT
SISTEM INFORMASI UNTUK BISNIS
Seorang pemilik bisnis bertanya
kepada saya, sebenarnya seberapa besar kepentingan dan manfaat sistem informasi
bagi sebuah bisnis.
Maka saya pun menjelaskan bahwa
sekarang sudah terjadi pergeseran era dalam bisnis. Era bisnis sekarang adalah
era dimana arus informasi memegang peranan sangat vital dibandingkan arus
barang.
Sehebat dan sebesar apapun
seorang pebisnis memonopoli arus barang, hal tersebut tidak berarti apa-apa
jika dia tidak memiliki informasi yang akurat, terkini, mudah diakses dan
terkendali dalam menguasai distribusinya.
Oleh sebab itu maka salah satu
aset perusahaan bisnis modern yang sangat berharga adalah sistem informasi yang
memiliki tingkat respon tinggi serta fokus kepada para penggunanya dari segala
aspek.
Sistem informasi yang dibangun
dengan baik dan benar antara lain dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi
stok material produksi, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat
(nilai tambah), meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan, mengkoordinasikan
setiap bagian dalam perusahaan serta meningkatkan kualitas kebijakan manajemen.
Sedangkan secara umum
manfaat-manfaat tersebut dapat dikategorikan sebagai manfaat berwujud (tangible
benefit) dan manfaat tak berwujud (intangible benefit).
Manfaat Berwujud
(tangible benefit)
Sebuah sistem informasi yang
dibangun dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berwujud yang
secara faktual dapat dilihat pergerakannya melalui pendapatan yang diraih serta
biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Indikator dari
keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan adalah
meningkatnya penjualan dalam pasar yang sudah ada serta perluasan ke pasar yang
baru.
Sistem informasi yang baik dapat
digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi
harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen.
Sehingga dengan dukungan sistem
informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya,
mutakhir dan mudah diakses mengenai kondisi penjualan perusahaan.
Dengan adanya laporan yang
tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka
keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap
dinamika pasar yang ada.
Sedangkan dari sisi pengurangan
biaya dapat dilakukan analisis faktual atas pengurangan jumlah sumber daya
manusia yang dilibatkan dalam bisnis, pengurangan biaya operasional seperti
pasokan maupun overhead, pengurangan barang/material dalam stok gudang,
pengurangan biaya pemeliharaan dan penyediaan perlengkapan yang tidak terlalu
mahal.
Contoh dari pengurangan jumlah
sumber daya manusia adalah dalam proses pencatatan transaksi keuangan. Jika
sebelumnya proses di akunting harus dikelola minimalnya oleh lima orang maka
dengan implementasi SIA (sistem informasi akuntansi) yang baik cukup dikerjakan
oleh satu orang saja.
Hal ini disebabkan dengan SIA
yang terintegrasi maka setiap proses pembukuan dapat diproses langsung dari
masing-masing bagian terkait tanpa harus melalui proses pengisian ulang data.
Selain itu secara otomatis
dengan penerapan SIA maka laporan-laporan keuangan dapat disajikan berdasarkan
data-data transaksi tersebut tanpa re-entry.
Masalah penumpukan pasokan
material produksi yang selama ini sering menjadi beban aktiva perusahaan dengan
penerapan modul SCM (supply chain management) dalam sistem informasi yang
dikembangkan sangat membantu memecahkan masalah tersebut.
Dengan dukungan SCM yang baik
maka penumpukan stok material produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Dimana
perusahaan cukup memesan kepada para pemasok hanya pada saat mencapai batas
minimum persediaan.
Harga yang didapat pun bisa
sangat kompetitif karena diperoleh dari beberapa pemasok sehingga tentunya hal
ini sangat menguntungkan perusahaan.
Penekanan pada jumlah tenaga
kerja tentunya berdampak pada turunnya jumlah investasi perlengkapan yang harus
diinvestasikan yang berdampak pula pada turunnya biaya pemeliharaan.
Manfaat Tak Berwujud (intangible
benefit)
Seringkali manfaat tak berwujud
inilah yang menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan.
Karena bersifat tak berwujud,
aspek-aspek berikut seringkali diabaikan atau tidak terlacak resistensinya,
yaitu:
- Peningkatan
kepuasan konsumen
Misalkan Anda
datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai
tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau
sebaliknya?
Tentunya Anda
akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal
dibandingkan dengan toko kedua.
Ternyata toko
pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam
pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya.
- Peningkatan
kepuasan karyawan
Seringkali
muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan
insentif lemburnya.
Ternyata hal
ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih
melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data.
Padahal jika
misalkan perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem
informasi kepegawaian dan SIA maka secara otomatis dapat dibuat laporan
insenstif yang lebih akurat dan benar.
Hal tersebut
baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti,
jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.
- Peningkatan
mutu dan jumlah informasi
Informasi
adalah komponen penting di jaman bisnis sekarang. Anda yang kuasai informasi
akan bertindak lebih responsif terhadap perubahan dan tren di masa depan.
Penerapan
sistem informasi yang baik tentunya akan menghasilkan laporan-laporan hasil
kompilasi data yang dikelola oleh database yang berkualitas serta menyeluruh.
Hal tersebut
dapat diwujudkan karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dieksekusi
secara otomatis oleh mesin komputer.
- Peningkatan
mutu dan jumlah keputusan manajemen
Tidak dapat
dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada
informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut.
Hal tersebut
hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang
relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.
- Peningkatan
mutu dan jumlah respon atas kondisi pesaing
Aspek intelijen
bisnis adalah hal yang sangat penting sejak kurun waktu yang lama dengan
berbagai format dan keperluannya.
Untuk mencapai
titik respon yang cepat dan tepat atas dinamika para pesaing maka diperlukan
sistem informasi yang mampu mengumpulkan, menganalisis dan mengkompilasi
informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan di perusahaan.
- Peningkatan
efisiensi dan keluwesan operasional
Pemilik bisnis
mana yang tidak menginginkan ini?
Semakin efisien
dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya
biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya.
Hal tersebut
dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah
implementasi sistem informasi yang baik.
- Peningkatan
mutu komunikasi internal dan eksternal
Sebuah sistem
informasi yang baik tentunya harus didukung oleh sistem jaringan komunikasi
data elektronik yang handal juga.
Dengan
penerapan sistem informasi yang baik maka setiap pihak baik di dalam maupun di
luar perusahaan dapat bertukar informasi secara lebih efektif dan efisien.
- Peningkatan
mutu perencanaan
Perencanaan
adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan yang akan
dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam
melaksanakannya.
Jika tidak maka
perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena
kesalah informasi yang menjadi basisnya.
- Peningkatan
mutu pengendalian dan pengawasan
Dengan sistem
informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik maka setiap aktivitas di
dalam lingkungan bisnis dapat terus-menerus dipantau.
Pemantauan
tersebut tentunya berdampak pada peningkatan pengendalian atas setiap prosedur
dan kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan.
Nah, sesudah mengetahui betapa
sistem informasi sangat penting dalam aktivitas bisnis, Anda tidak ingin
menunda penerapannya lagi bukan?
3.
CERITA
SUKSES DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI
a.
William
Henry Gates
William
Henry Gates III (dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1955), lebih dikenal
sebagai Bill Gates, merupakan pendiri (bersama Paul Allen) dan merupakan
direktur sekaligus mengepalai pembuatan Perangkat Lunak pada Microsoft. Ia
adalah orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.
[sunting] BiografiBill Gates dilahirkan di Seattle, Washington dari William
Henry Gates, Jr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate
Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates
belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan
meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi drop out.
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga bersaudara
dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang
pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya
seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas,
tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan kesulitan di
sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk
membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang
bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan
dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan
telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33,
keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya
siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali
diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi
mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman
komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia
melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara
umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’
(eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah
bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti
cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka
berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.
Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis perangkat lunak Altair
BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi
pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang
mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates
dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang
utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan
Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi
Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa kompiler QuickBasic dikenal sebagai
QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual Basic, yang masih popular hingga masa
sekarang.
Dalam awal dasawarsa 1970, Gates menulis Surat Terbuka kepada Penghobi (Open
Letter to Hobbyists), yang mengejutkan komunitas pehobi komputer dengan
menyatakan bahwa ada pasaran komersial untuk perangkat lunak/software dan bahwa
software tidak pantas dikopi dan digandakan tanpa izin penerbitnya. Pada masa
itu, komunitas tersebut dipengaruhi kuat oleh dasar radio hamnya dan etika
hacker, yang berpendapat bahwa innovasi dan pengetahuan patut dibagi oleh
komunitas pengguna komputer. Gates kemudian mendirikan Microsoft Corporation,
salah satu perusahaan paling sukses di dunia, dan memimpin arah kepada
pembukaan industri software komputer.
Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik untuk caranya berdagang. Satu
contoh ialah MS-DOS. Pada akhir dasawarsa 1970, IBM berencana untuk memasuki
pasaran komputer personal dengan komputer personal IBM, yang diterbitkan pada
1981. IBM memerlukan sistem operasi untuk komputernya, yang direncanakan dapat
mencakup dan mengelola arkitektur 16-bit oleh keluarga chip x86 Intel. Setelah
berunding dengan sebuah perusahaan lain (Perusahaan Digital Research di
California), IBM bertanya kepada Microsoft. Tanpa memberitahu tentang ikatan
mereka dengan IBM, eksekutif-eksekutif Microsoft membeli sebuah system operasi
x86 dari perusahaan Seattle Computer seharga $50,000. (Ada kemungkinan
Microsoft dilarang IBM untuk memberitahukan tentang ikatannya kepada orang
awam) Microsoft kemudian melisensikan sistem operasi ini ke IBM (yang
menerbitnya dengan nama PC-DOS) dan bekerja dengan perusahaan komputer untuk
menerbitkannya dengan nama MS-DOS, pada setiap system komputer yang dijual.
Rencana Microsoft amat sukses tetapi digugat oleh Seattle Computer karena
Microsoft tidak memberitahukan mengenai ikatannya dengan IBM untuk membeli
system operasi itu dengan murah; oleh ini, Microsoft membayar uang kepada
Seattle Computer, tetapi tidak mengakui kesalahannya. Reputasi Gates kemudian
lebih diburukkan oleh tuntutan dakwaan monopoli oleh Departemen Keadilan A.S.
dan perusahaan-perusahaan individu menentang Microsoft dalam akhir dasawarsa
1990.
Dalam dasawarsa 1980 Gates gembira atas kemungkinan penggunaan CD-ROM untuk
media penyimpanan dokumen, dan mensponsori penerbitan buku CD-ROM: The New
Papyrus yang mempromosikan ini.
Tidak dapat disangkal bahwa Bill Gates telah melakukan beberapa kesalahan dalam
bisnis softwarenya. Hal ini terbukti dengan beberapa dakwaan yang diarahkan
kepadanya berkaitan dengan cara - cara bisnis yang melanggar undang-undang
bisnis Amerika Serikat, misalnya monopoli Internet Explorer pada sistem operasi
Windows.
Pada tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua
Pegawai Eksekutif dan memandatkannya kepada kawan lamanya, Steve Ballmer. Gates
kemudian memilih untuk kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu sebagai
pencipta perangkat lunak. Kini Bill Gates menjadi Kepala Penelitian dan
Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaannya sendiri, Microsoft Corp.
Bill Gates dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, 2003.Dalam
kehidupan peribadinya, Gates mengawini Melinda French pada 1 Januari, 1994.
Mereka mempunyai tiga anak, Jennifer Katharine Gates (1996), Rory John Gates
(1999) and Phoebe Adele Gates (2002).
Dengan istrinya, Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation,
sebuah yayasan sosial filantropi. Para kritikus mengatakan ini merupakan
pembuktian terhadap kemarahan orang banyak tentang atas praktik monopoli dan
adikuasa perusahaannya, tetapi mereka yang dekat dengan Gates berkata bahwa ia
telah lama berencana untuk menyumbangkan banyak daripada hartanya. Pada tahun
1997 koran Washington Post menyatakan bahawa "Gates telah menyatakan bahwa
dia memutuskan untuk menyumbangkan 90 persen daripada hartanya semasa dia masih
hidup." Untuk meletakkan ini dalam perspektif yang benar, sumbangan ini,
walau apa sebabnya, telah mnyediakan uang yang amat diperlukan untuk beasiswa
universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan sebab-sebab lain, kebanyakannya
isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti
penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Dalam bulan Juni 1999,
Gates dan istrinya mendermakan $5 milyar kepada organisasi mereka, pendermaan
yang paling besar dalam dunia oleh individu-individu yang hidup.
Dalam 1994, ia membeli Codex Leicester, sebuah koleksi naskah manuskrip
Leonardo da Vinci; pada 2003 koleksi ini dipamerkan di Museum Seni Seattle.
Dalam 2004, dikabarkan [1] bahwa Gates akan menerima penghargaan kesatriaan
dari Ratu Elizabeth II pada sebuah tanggal yang "saling
dipersetujui".
b.
PON
XVI 2004
MEDIA center sesuai namanya adalah pusat informasi
yang dapat dimanfaatkan berbagai media untuk mengetahui jadwal pertandingan,
hasil pertandingan, perolehan medali, pernak-pernik kegiatan, dan informasi
lainnya. Berbicara tentang media center, berarti kita membayangkan tempat semua
informasi bisa didapat dan diakses di samping sebagai tempat para wartawan
mendistribusikan liputannya.PON merupakan even olahraga terbesar di negeri ini.
Adalah wajar, persepsi yang mengatakan kesuksesan pengelolaan media center
merupakan cerminan kesuksesan even PON itu sendiri. Tidak semua orang bisa
menonton pertandingan yang berlangsung, masyarakat akan menyaksikannya melalui
liputan, tulisan, dan ucapan para wartawan yang bergelut di media center.
Media center PON XVI 2004 di Palembang akan berbeda dengan penyelenggaraan PON
sebelumnya seperti di Surabaya, hal ini disebabkan venues yang akan digunakan
tidak berada pada satu kota dan kota satelitnya tetapi mencakup daerah yang
tersebar bahkan sampai di Propinsi Bangka Belitung untuk cabang olahraga Layar
dan Selam Oba & Fin di Pantai Tanjung Kelian Mentok. Namun dengan kemajuan
teknologi telekomunikasi dan informasi hal ini diharapkan tidak menjadi
kendala, semua komunikasi data dan informasi penyelenggaraan PON XVI Sumsel
2004 harus tetap berlangsung on line dan real time.Mengapa media center begitu
penting dan dianggap sebagai cerminan kesuksesan sebuah even, seperti PON XVI
Sumsel 2004? Hal ini bisa terjawab dengan melihat fungsi atau pemanfaatan media
center, seperti:a.Jadwal Pertandingan yang ter-update setiap saat sesuai dengan
kondisi real di lapangan (venuesesesese), update data bisa dilakukan dari
lokasi pertandingan maupun dari pusat data.b.Monitoring Venues (Mengetahui
kondisi yang sedang terjadi di semua lapangan pertandingan) secara real
time.c.Hasil pertandingan dan perolehan medali secara real time, baik berupa
data teks, voice maupun video streamlining.d.Informasi pertandingan dan lainnya
melalui media internet yang proses update datanya bisa dilakukan dari
masing-masing venues.e.Suasana dan hasil pertandingan disuatu venuesesesese
dapat diketahui dan dipantau dari venues lain.f.Liputan TV, radio dan media
lain dapat diakses dari Media Center.g.Pusat informasi melalui telepon dengan
adanya Call Center di dalam area Media Center.Infrastruktur dan fasilitas yang
tersedia di Media Center PON XVI Palembang, di antaranya :a.Server berkemampuan
maksimum yang mampu mentransmisikan data berupa video/audio dan penyimpanan
data pertandingan dan informasi lainnyab.Fasilitas komputer untuk banyak
pengguna yang terhubung dengan intranet PON serta internet untuk mengakses
informasi maupun untuk mengirim informasi.c.Ruangan konferensi pers yang
dilengkapi screen dan infocus serta komputer yang terhubung dengan
server.d.Lobi dilengkapi mega screen sebagai layar utama dan beberapa screen
biasa yang bisa menampilkan suasana (video) dan informasi (data teks) terbaru
dari venuesesesess.e.Fasilitas Wartel, Warnet, Telepon Umum,
fotokopi/percetakan dan cuci cetak foto.f.Pelayanan informasi kehumasan dan
call center/help desk.g.Fasilitas siaran langsung (live) TV dan Radio.Untuk
mendukung terselenggaranya Media Center dengan informasi dan fasilitas akses
seperti disebutkan di atas, dibutuhkan berbagai infrastruktur pendukung, baik
yang berupa penyediaan layanan komunikasi dan sistem informasi secara total
solution dalam bentuk:a.Fasilitas komunikasi voice, fax, data, dan
videob.Database pertandingan, hasil pertandingan, perolehan medali, histori
(catatan pertandingan pada PON sebelumnya), data atlet (CV) dan informasi
lainnyac.Aplikasi Sistem Informasi (berbasis web)d.Jaringan Akses ke lokasi
pertandingan di dalam Kota Palembange.Jaringan akses ke lokasi pertandingan di
luar kota Palembangf.Jaringan akses (termasuk satelit) untuk keperluan TV dan
radiog.Akses InternetUntuk mendukung reliability dan availability infrastruktur
selama penyelenggaraan kegiatan PON XVI Sumsel 2004, infrastruktur yang didesain
sebaiknya dilengkapi dengan sistem yang memiliki contingency dan redundancy
terhadap kemungkinan terjadinya gangguan pada sistem telekomunikasi dan
informasi yang digunakan.1. Dari rencana pengembangan PT Telkom, teknologi yang
akan diterapkan adalah Broadband Wireless Access (BWA, melayani data, voice dan
fax); untuk semua venues dan sarana akomodasi yang ada di Palembang Area. BWA
yang akan dibangun terdiri atas 2 BTS dan 39 Subscriber Unit untuk mengcover 45
lokasi, karena adanya venuesesesese dalam satu gedung/area sehingga hanya
membutuhkan 1 Subscriber Unit (Penggabungan). Dengan pemanfaatan teknologi ini
PT Telkom tidak perlu menarik jaringan kabel.Teknologi BWA, menurut penulis,
sangat tepat digunakan pada PON XVI Sumsel 2004. BWA bersifat modular,
scalable, plug & play dan memiliki pita (BW) yang lebar, sehingga mudah
dipindahkan dan mudah juga dalam pemasangannya. BWA bisa digunakan point to
point serta point to multi-point, support data, fax, dan voice. Penomoran
telepon dan faks juga ikut pada penomoran Telkom, karena teknologinya support
dengan sentral yang dimiliki PT Telkom.Teknologi BWA ini sudah teruji pada saat
peresmian Gelora Sriwijaya oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 26
Juni 2004 dengan kualitas sangat baik, dimana RRI siaran langsung memanfaatkan
line telepon keluaran BWA dan akses internet di media center yang digunakan
para wartawan juga memanfaatkan teknologi ini.2. Untuk semua venues dan sarana
akomodasi yang ada di luar Palembang area, terdiri fixed line untuk area yang
sudah tergelar kabel Telkom dan Radio Single Channel daerah yang belum
terjangkau jaringan telekomunikasi seperti Teluk Gelam (renang + ski), Pantai
Tanjung Kelian Mentok (layar dan selam Oba & Fin), Gunung Dempo Pagaralam
(Mountain bike), lapangan terbang Sekayu/Pendopo (terbang layang) dan
lain-lain.3. Sedangkan untuk keperluan operasional petugas serta untuk
contingency dan redundancy akan digunakan Flexi yang juga merupakan fastel
resmi PON XVI Sumsel 2004.4. Di samping teknologi di atas perlu juga disiapkan
telepon satelit untuk venues yang bergerak seperti terbang layang dan balap
sepeda jalan raya. Dukungan ORARI akan sangat besar manfaatnya, terutama jika
di koordinir dengan baik.Kita berharap penyediaan media center PON XVI Sumsel
2004 tidak menjadi batu sandungan dari sukses penyelenggaraan PON itu sendiri.
Pembangunan Main media center di Gedung Science Center Jakabaring bisa
berlangsung tepat waktu, instalasi perangkat dan sistem informasi tidak
mengalami kendala. Sukses media center, sukses juga penyelenggaraan PON XVI
Sumsel 2004.
Sumber :